Syarat dan Cara Membuat NPWP Dengan Mudah (Online & Offline)

AlifAbianda.com – Hello, setelah kemarin kita membahas cara membuat SKCK, kali ini kita akan membahas cara membuat NPWP mulai dari pengertiannya, cara membuatnya, siapa yang wajib mempunyai NPWP, dan masih banyak lagi.

Apa itu NPWP?

Buat kamu yang sudah bekerja, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya NPWP. Karena setiap tahun sekitar bulan Maret, kita yang bekerja diwajibkan melaporkan bukti pemotongan pajak yang kita terima dari kantor/tempat kita bekerja, ke kantor pajak ataupun saat ini bisa secara online.

Tapi sebagian dari kamu juga khususnya yang fresh graduated atau masih kuliah dan sekolah tentunya masih samar-samar tentang NPWP, semacam pernah denger tapi gatau apaan.

cara buat npwp online mudah terlengkap

Jadi, NPWP adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. Untuk apa sih NPWP ini?. NPWP ini fungsinya hampir mirip sama KTP. Bedanya, NPWP hanya digunakan untuk urusan pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan. Intinya NPWP adalah nomor identitas kita sebagai Wajib Pajak.

Siapa sih yang wajib memiliki NPWP?

Seluruh warga Negara Indonesia wajib memiliki NPWP, tidak terkecuali sebuah badan usaha sekalipun. Karena, NPWP digunakan sebagai acuan ketika akan melaksanakan pembayaran pajak, juga dipakai sebagai pelengkap persyaratan sebagian besar kegiatan administrasi yang kita lakukan, misal ketika kita akan melakukan pembukaan rekening baru di bank, maka kita akan diminta melampirkan fotocopy NPWP kita, juga biasanya saat kita melamar suatu pekerjaan kadang membutuhkan NPWP sebagai pelengkap berkas administrasi.

Bagaimana jika kita belum bekerja atau sedang akan mencari pekerjaan?. Apa tetap bisa membuat NPWP?. Jawabannya tentu bisa. Karena saat nanti kamu mengisi formulir pendaftaran, akan ada pertanyaan kira-kira seperti ini: “Apakah status pekerjaan Anda saat ini?”. Nah, kamu tinggal jawab saja sesuai dengan kondisi kamu saat ini.

Nah, sudah jelas kan sekarang. Jadi, walaupun kamu saat ini sedang mencari pekerjaan atau akan melamar pekerjaan, kamu tetap dapat bisa membuat NPWP, karena nanti saat kamu sudah diterima bekerja, NPWP tadi akan digunakan sebagai acuan kantor/tempat mu bekerja dalam melakukan pembayaran pajak atas namamu.

Baca Juga:   Syarat, Biaya dan Cara Membuat/Memperpanjang SKCK Lengkap

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Apabila seseorang penghasilannya dalam 1 (satu) tahun telah melebihi PTKP (penghasilan tidak kena pajak), maka orang tersebut dinyatakan sebagai Wajib Pajak (WP). Hal ini berlaku buat kamu yang masih lajang ataupun sudah berkeluarga. Tetapi, untuk wanita yang sudah kawin namun tidak melakukan perjanjian pisah harta dan pisah penghasilan dengan suami, maka tidak diwajibkan memiliki NPWP.

PTKP yang masih berlaku saat ini mengacu pada PMK No.101/PMK.010/2016 berbunyi:

1. Rp 54.000.000,- untuk diri Wajib Pajak orang pribadi
2. Rp 4.500.000,- tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
3. Rp 54.000.000,- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami
4. Rp 4.500.000,- tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.

Bingung?, intinya gini. Misal kamu jomblo yang sudah bekerja, dalam sebulan dapat gaji Rp. 3.000.000, kalau dikali 12 bulan maka jadi Rp. 36.000.000. Maka gaji kamu dalam setahun masih dibawah PTKP, itu artinya kamu belum termasuk kedalam Wajib Pajak atau tidak wajib punya NPWP. Tapi biasanya apabila kamu kerja di suatu perusahaan, maka kamu tetap wajib memiliki NPWP, dan wajib melaporkan SPT tahunan kamu walaupun penghasilan pertahun dibawah PTKP.

Sedangkan buat kamu yang penghasilan tahunannya sudah diatas PTKP (Rp.54 juta), maka kamu wajib memiliki NPWP dan melaporkan pajak setiap tahun.

Syarat Membuat NPWP Pribadi

Orang/Wajib Pajak (WP) yang tidak menjalankan usaha (karyawan, pegawai)

1. Fotokopi KTP (WNI)

2. Fotokopi paspor, KITAS (kartu izin tinggal terbatas), KITAP (kartu izin tinggal tetap) untuk WNA (warga negara asing)

Orang/Wajib Pajak (WP) yang menjalankan usaha (wiraswasta/pengusaha)

1. Fotokopi KTP (WNI)

2. Fotokopi paspor, KITAS (kartu izin tinggal terbatas), KITAP (kartu izin tinggal tetap) untuk WNA (warga negara asing)

3. Fotokopi dokumen perizinan usaha/pekerjaan bebas yang dikeluarkan oleh pejabat Pemda setingkat Lurah atau lebih

4. Struk pembayaran listrik

5. Surat pernyataan yang menyatakan bahwa orang tersebut benar menjalankan usaha/pekerjaan bebas dan ditanda-tangani diatas materai.

Orang/Wajib Pajak (WP) wanita kawin yang hak dan kewajiban pajaknya terpisah

1. Fotokopi KTP (WNI)

2. Fotokopi paspor, KITAS (kartu izin tinggal terbatas), KITAP (kartu izin tinggal tetap) untuk WNA (warga negara asing)

3. Fotokopi NPWP suami

4. Fotokopi KK (kartu keluarga)

5. Fotokopi dokumen perpajakan luar negeri jika suami seorang WNA

6. Fotokopi surat pernyataan yang berisi memisahkan urusan perpajakan dengan milik suami atau surat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.

Syarat Membuat NPWP Badan Usaha

1. Fotokopi akta pendirian/perjanjian kerjasama

2. Fotokopi NPWP penanggung jawab perusahaan (badan usaha) atau masing-masing pimpinan

3. Fotokopi paspor bagi WNA dan fotokopi KTP bagi WNI yang berperan sebagai penanggung jawab.

4. Fotokopi dokumen perizinan/surat keterangan tempat kegiatan usaha dari pejabat setingkat Lurah atau instansi yang berwenang.

Cara Membuat NPWP Secara Online

Dijaman yang semakin canggih dan serba online ini, membuat NPWP pun saat ini tidak perlu lagi harus datang ke kantor pajak, cukup siapkan laptop dan koneksi internet yang baik, kamu bisa melakukan pendaftaran NPWP di website milik Direktorat Jenderal Pajak melalui menu e-Registration (e-REG DJP).  Tutorial cara membuat NPWP online sebagai berikut:

1. Buka situs Dirjen Pajak di https://ereg.pajak.go.id/login, setelah terbuka lalu klik Daftar.

2. Setelah itu, masukkan alamat email kamu yang aktif, lalu ketikkan kode captcha pada kolom, lalu klik Daftar.

3. Cek email kamu dibagian kotak masuk, buka email dari Dirjen Pajak lalu Baca dengan teliti dan ikuti petunjuk di email.

4. Apabila akunmu sudah aktif, buka kembali https://ereg.pajak.go.id/login, masukkan email dan password yang telah dibuat sebelumnya, masukkan kode captcha, lalu klik Login.

5. Kamu akan masuk di halaman Registrasi Data Wajib Pajak. Disini, kamu akan mengisi formulir pendaftaran secara online, pastikan kamu mengisi data dengan benar dan lengkap, tidak perlu terburu-buru ya. Setelah setelesai mengisi data pribadi kamu, cek ulang ya, jika sudah klik Daftar agar formulir pendaftaran kamu terkirim secara elektronik ke Kantor Pajak tempat kamu terdaftar.

6. Setelah itu, cetak (print) Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara. Kemudian tanda-tangani kedua dokumen tersebut.

7. Kirim kedua berkas yang telah kamu tanda-tangani tadi beserta dokumen terkait ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dimana kamu terdaftar sebagai Wajib Pajak. (Jika kamu tidak mau repot mengirim dokumen tadi, kamu juga bisa mengirim dalam bentuk softcopy pdf (scan) di halaman e-Registration tadi. Pengiriman dokumen paling lambat 14 hari setelah kamu mengirim formulir pada poin 5.

8. Cek status pendaftaran NPWP mu lewat email atau pada halaman e-Registration lalu buka pada halaman history pendaftaran. Jika ditolak, berarti ada data yang kurang lengkap, kamu harus memperbaikinya. Jika disetujui, maka kantor pajak akan mengirimkan kartu NPWP ke alamat rumah mu melalui POS.

Cara Membuat NPWP Secara Offline

Apabila kamu bingung dengan cara mendaftar NPWP online, kamu juga bisa datang untuk mendaftar langsung ke kantor pelayanan pajak (kpp) dengan membawa dokumen persyaratan sama seperti pada pendaftaran online.

1. Datang ke kantor pajak terdekat dengan membawa dokumen-dokumen persyaratan yang dibutuhkan, jangan lupa difotokopi terlebih dahulu. Jika domisili kamu sekarang berbeda dengan yang di KTP, maka kamu juga wajib membawa surat keterangan domisili dari kelurahan tempat mu tinggal.

2. Minta formulir pendaftaran NPWP dengan petugas, lalu isi dengan lengkap dan benar, tidak perlu terburu-buru, jangan lupa bubuhkan tanda-tangan mu di ujung berkas. Jika sudah selesai, serahkan formulir pendaftaran mu kembali kepada petugas.

3. Tunggu sebentar, jika sedang tidak ada antrian pendaftaran, maka berkas mu akan diproses saat itu juga dan kamu akan mendapatkan tanda terima pendaftaran Wajib Pajak yang menunjukan bahwa kamu telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan NPWP.

4. Waktu pembuatan NPWP memakan waktu 1 (satu) hari kerja, kamu bisa mengambilnya kembali dikantor pajak tempat kamu mendaftar atau bisa juga dikirimkan langsung ke alamat rumah mu melalui POS, karena itu sebaiknya kamu tanya terlebih dahulu ke petugas saat selesai mendaftar, apakah diambil sendiri atau dikirim oleh pihak kantor pajak.

Itu dia tutorial cara membuat NPWP dengan mudah dan lengkap, bahkan bisa via online, asal kamu membaca dengan teliti tentu akan sangat mudah dipahami, sampai disini dulu yaa. Sekian!.

Baca Juga:   Syarat, Tips dan Cara Daftar Kartu Prakerja Lengkap
error: Content is protected !!