Syarat dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Idul Fitri

AlifAbianda.com – Setelah melaksanakan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh serta merasakan keistimewaannya, di penghujung bulan Ramadhan kita akan merayakan hari kemenangan umat Islam seluruh dunia yaitu hari raya Idul Fitri.

Idul Fitri dapat diartikan sebagai hari suci atau hari dimana kita dibersihkan dari dosa-dosa kita seperti saat kita baru lahir ke dunia ini. Di masyarakat kita, Idul Fitri yang dirayakan pada tanggal 1 Syawal sering kita sebut dengan hari lebaran. Salah satu momen yang kita nanti-nantikan adalah shalat Idul Fitri berjamaah di masjid atau di lapangan.

syarat dan tata cara melaksanakan shalat idul fitri yang baik dan benar

Shalat Idul Fitri memiliki perbedaan cara melaksanakannya dengan salat yang lain, seperti misalnya shalat dhuha, shalat tahajud, shalat witir, dan salat wajib. Selain itu shalat Idul Fitri hanya dikerjakan saat hari raya Idul Fitri dan dilaksanakan pada pagi hari secara berjamaah.

Hukum Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri dikategorikan kedalam shalat sunnah, akan tetapi beberapa hadist dan dalil ada yang menyatakan bahwa shalat Idul Fitri adalah wajib. Berikut beberapa dalil tentang shalat Idul Fitri.

أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘Ied agar mengeluarkan para gadis yang beranjak dewasa dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat shalat.”

Berikut ini adalah beberapa pendapat yang mewajibkan dilaksanakannya shalat Idul Fitri:

1. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri dan bila seseorang berhalangan, maka ia harus tetap keluar rumah dan pergi ke tempat dilaksanakannya shalat namun tetap harus menjaga jaraknya.

2. Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat dan tidak pernah meninggalkannya.

3. Firman Allah SWT dalam surat Al-Kautsar ayat 2 “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).

4. Jika Idul Fitri bertepatan pada hari Jumat, maka boleh meninggalkan shalat Jumat jika pada pagi harinya telah melaksanakan shalat Ied’. Ini ditafsirkan bahwa sesuatu yang sifatnya wajib bisa gugur karena sesuatu yang wajib pula, namun akan sangat baik bila saat pagi hari kita melaksanakan shalat Idul Fitri dan pada siang hari kita melaksanakan shalat Jum’at.

Baca Juga:   6 Syarat Sah Puasa Ramadhan Menurut Hukum Islam

Waktu Shalat Idul Fitri

Bedanya dengan shalat Idul Adha adalah shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal, dan dilakukan lebih akhir sekitar pukul 7 sampai 8 karena pada hari raya Idul Fitri tidak ada penyembelihan hewan kurban seperti saat Idul Adha.

Tempat Shalat Idul Fitri

Umat islam biasanya melaksanakan ibadah shalat Ied di tanah yang lapang dan ada sebagian lagi yang melaksanakannya di dalam masjid. Namun terdapat hadist yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id yang menyatakan bawa shalat Idul Fitri di tanah lapang lebih afdol daripada shalat Ied di dalam masjid.

رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.” (HR Abu Said).

Namun apabila memiliki udzur seperti banjir, hujan, tidak ada tanah lapang didekat rumah, maka shalat Ied boleh dilakukan di dalam masjid.

Persiapan Shalat Idul Fitri

Setelah kita mengetahui dasar hukum shalat Idul Fitri, waktu dan tempat melaksanakannya, kita juga harus mengetahui tata cara shalat Idul Fitri yang benar. Hal-hal apa saya yang harus dipersiapkan sebelum shalat Idul Fitri?. Berikut penjelasannya:

1. Mandi dan Mensucikan Diri

Sebelum melaksanakan shalat Ied sebaiknya kita mandi dan bersuci, Jangan lupa untuk berwudhu sebelum berangkat shalat, karena wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat.

2. Memakai Baju Terbaik

Melaksanakan shalat Idul Fitri sebaiknya kita memakai pakaian yang terbaik dan menghias diri, serta dianjurkan memakai wangi-wangian seperti yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim bahwa “Nabi Muhammad biasa keluar ketika shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha dengan pakaian yang terbaik“.

3. Sarapan Pagi

Ini juga adalah salah satu yang membedakan antara shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha. Sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri kita dianjurkan untuk makan di pagi hari, sedangkan ketika hari raya Idul Adha, kita makan setelah pulang dari shalat Ied dan memakan daging kurban. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.”

4. Berjalan Kaki dan Melewati Jalan Yang Berbeda

Saat berangkat menuju ke tempat shalat Idul Fitri, kita dianjurkan untuk berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan, kecuali ada halangan seperti hujan deras, dll. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kita untuk melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang shalat Idul Fitri.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Jabir:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.”

Serta hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.”

Hal ini dimaksudkan agar kita bisa bertemu lebih banyak orang diperjalanan dan saling bermaaf-maafan.

Baca Juga:   Syarat dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Beserta Doa Niat

5. Melafalkan Takbir Sebelum Melaksanakan Shalat Ied

Yang kelima adalah kita dianjurkan untuk melafalkan kalimat takbir kepada Allah SWT sebelum melaksanakan shalat. Hal ini menunjukkan bahwa kita bersuka cita menyambut hari raya Idul Fitri.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahi ilhamd”

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya”.

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Secara umum shalat Idul Fitri cara melakukannya sama seperti shalat wajib atau shalat sunah lainnya, hanya saja tidak ada adzan dan iqomah. Selain itu, setelah shalat Idul Fitri 2 rakaat kemudian dilanjutkan dengan 2 kali khutbah. Berikut adalah tata cara shalat Idul Fitri:

1. Yang pertama adalah niat. Hukum melafalkan niat ini adalah sunnah, selama kita sadar dan sengaja dalam hati berniat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri maka shalat tetap sah. Bacaan niat shalat Idul Fitri:

Apabila sebagai imam

ُاُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Adapun berikut ini adalah lafal niat yang dibaca oleh makmum shalat Idul Fitri.

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

2. Diawali dengan Takbiratul Ihram seperti shalat yang lain.

Baca Juga:   6 Syarat Sah Puasa Ramadhan Menurut Hukum Islam

3. Mengucapkan takbir sebanyak 7 kali, dan disela-sela takbir hendaknya membaca kalimat

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِ

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii”

Artinya, “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.”

4. Membaca Al-Fatihah kemudian surat pendek pada rakaat pertama.

5. Melakukan ruku, i’tidal, dan sujud seperti biasa.

6. Setelah masuk rakaat kedua, kita kembali bertakbir sebanyak 5 kali. Setelah itu, kita mengucapkan lafadz yang sama seperti pada rakaat pertama.

7. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya.

8. Melakukan ruku, i’tidal, dan sujud, lalu diakhiri dengan salam seperti shalat pada umumnya.

Setelah shalat Ied telah selesai, maka khatib akan menyampaikan khotbah atau ceramah seperti pada shalat Jumat. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Abdullah Said seperti berikut ini:

إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ

“Aku saat ini akan berkhutbah. Siapa yang mau tetap duduk untuk mendengarkan khutbah, silakan ia duduk. Siapa yang ingin pergi, silakan ia pergi. (HR Abdullah Said).

Itulah syarat, persiapan, hukum dan tata cara melaksanakan shalat Idul Fitri. Semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!