Syarat dan Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Beserta Doa Niat

AlifAbianda.com – Zakat fitrah merupakan rukun islam yang ke 4 (empat) setelah puasa, seperti rukun islam lainnya, zakat fitrah juga wajib ditunaikan seluruh umat islam baik laki-laki ataupun perempuan tanpa terkecuali.

Berbagai pertanyaan yang muncul seperti apa itu zakat fitrah, kapan waktu untuk membayar zakat fitrah, apa dasar hukum membayar zakat fitrah, dan apa hukumnya jika tidak membayar zakat fitrah akan kita bahas secara lengkap disini.

cara membayar zakat fitrah

Apa itu zakat fitrah?

Dalam islam ada 2 (dua) macam zakat yaitu:

1. Yang pertama zakat fitrah, zakat ini wajib dikeluarkan setiap umat islam pada bulan suci Ramadhan sampai saat menjelang Idul Fitri.

2. Yang kedua adalah zakat mal, zakat ini adalah zakat harta yang dikeluarkan seorang muslim apabila hartanya telah mencapai jumlah-jumlah tertentu, zakat mal mencakup berbagai macam jenis mulai dari perdagangan, pertanian, emas dan perak, bahkan hasil laut pun terdapat hitungannya masing-masing.

Hukum zakat fitrah

Zakat fitrah berfungsi sebagai pembersihan harta yang kita miliki dan juga sebagai pelengkap ibadah puasa ramadhan kita. Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عنأبيعبدالرحمنعبداللهبنعمربنالخطابرضياللهعنهماقال : سمعترسولاللهصلىاللهعليهوسلميقول : بنيالإسلامعلىخمس : شهادةأنلاإلهإلااللهوأنمحمدارسولاللهوإقامةالصلاةوإيتاءالزكاةوحجالبيتوصومرمضان. (رواهالبخاري)

Dari Abi Abdurrahman, Abdullah bin Umar Ibnul Khattab ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Islam didirikan dengan lima perkara, kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah, dan berpuasa di Bulan Ramadan”(HR Bukhari)

Allah SWT juga memberikan perintah untuk membayar zakat dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 110 yang berbunyi:

وَأَقِيمُواالصَّلَاةَوَآتُواالزَّكَاةَ

“Dan dirikanlah shalat serta bayarkanlah zakat.” (Al-Baqarah: 110)

Selain itu terdapat hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang hukum membayar zakat:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ

“Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. Bukhari no. 25; Muslim no. 22)

Dari berbagai sumber hukum mulai dari Al-Quran dan juga hadist Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, dapat kita lihat bahwa hukum membayar zakat fitrah adalah WAJIB.

Baca Juga:   Syarat dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Syarat-syarat zakat fitrah

Sebelum membayar zakat, kita juga harus mengetahui syarat wajib zakat fitrah yang terdiri atas 3 (tiga) hal berikut ini:

1. Beragama islam dan orang yang merdeka (bukan budak)

2. Menemui dua waktu diantara bulan Ramadhan dan bulan Syawal walaupun sebentar

3. Memiliki kelebihan harta diluar kebutuhan sehari-hari untuk diri sendiri dan orang yang berada dalam tanggungannya pada saat hari lebaran dan malamnya.

Sedangkan syarat tidak wajib zakat fitrah terdiri dari 4 (empat) hal yaitu:

1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan

2. Bayi yang lahir setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan

3. Orang yang baru masuk islam setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan

4. Istri yang baru dinikahi setelah terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan.

Kapan zakat fitrah harus dikeluarkan?

Membayar zakat fitrah sebaiknya dilaksanakan pada waktu yang tepat, karena apabila tidak tepat waktu maka zakatnya akan berubah menjadi sedekah. Seperti hadist nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Daud:

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud)

Berikut ini adalah waktu-waktu yang tepat dalam membayarkan zakat fitrah:

1. Waktu Harus: dimulai dari awal Ramadhan sampai akhir Ramadhan

2. Waktu Wajib: sesudah matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan

3. Waktu Afdhal: setelah shalat subuh di hari terakhir Ramadhan sampai dengan sebelum shalat idul fitri

4. Waktu Makruh: dari setelah shalat idul fitri sampai sebelum matahari terbenam

5. Waktu Haram: sesudah terbenamnya matahari pada hari raya idul fitri

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam juga pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi tentang waktu yang tepat untuk membayar zakat:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ أَبُو عَمْرٍو الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ عَنْ ابْنِ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِإِخْرَاجِ الزَّكَاةِ قَبْلَ الْغُدُوِّ لِلصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَهُوَ الَّذِي يَسْتَحِبُّهُ أَهْلُ الْعِلْمِ أَنْ يُخْرِجَ الرَّجُلُ صَدَقَةَ الْفِطْرِ قَبْلَ الْغُدُوِّ إِلَى الصَّلَاةِ

“Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Amru bin Muslim Abu Amru Al Khaddza’ Al Madani] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Nafi’ As Sha`igh] dari [Ibnu Abu Zannad] dari [Musa bin Uqbah] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke tempat shalat) pada hari raya idul fitri. Abu ‘Isa berkata, ini merupakan hadits hasan shahih gharib, atas dasar ini para ulama lebih menganjurkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat.” (HR. Tirmidzi: 613)

Dapat disimpulkan dari hadist tersebut bahwa waktu yang paling afdol dan tepat untuk membayar zakat fitrah adalah saat sebelum melaksanakan shalat idul fitri. Tetapi, akan lebih baik apabila kita segerakan agar kewajiban kita segera terpenuhi.

Baca Juga:   Syarat Sah, Rukun, dan Sunnah Wudhu Sesuai Ajaran Islam

Berapa jumlah zakat fitrah yang harus dibayarkan?

Setelah kita mengetahui apa saja syarat wajib zakat, serta waktu yang paling tepat untuk berzakat, kita juga harus tau berapa besaran jumlah zakat yang harus dibayarkan setiap orang.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam bersabda tentang jumlah zakat yang harus dibayarkan setiap orang:

“Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan atas orang-orang sebesar 1 sha’ kurma, atau 1 sha’ gandum, wajib atas orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, dari kaum muslimin.” (HR. Muslim)

Jenis zakat disesuaikan dengan makanan pokok di daerah tersebut, karena di Indonesia makanan pokok kita adalah beras, maka zakat fitrah yang harus kita bayar berupa beras.

Berapa berat beras untuk membayar zakat?. Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz), setiap orang wajib membayar zakat sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras mulai dari bayi sampai orang dewasa yang masuk kedalam kategori wajib zakat. Selain itu kita juga boleh membayar zakat menggunakan uang tunai yang setara dengan harga beras seberat 2,5 kilogram.

Tata cara membayar zakat fitrah

Dimana tempat kita membayar zakat fitrah?, kita bisa membayar zakat fitrah ke masjid terdekat dari rumah kita. Disana terdapat panitia zakat yang akan menerima zakat dari masyarakat sekitar. Bagaimana cara membayar zakat?

1. Kita harus membawa zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok seperti beras atau gandum sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter, bisa juga membawa uang tunai yang nilainya setara.

2. Waktu membayarnya boleh dilakukan mulai dari awal bulan Ramadhan sampai dengan akhir bulan Ramadhan, namun biasanya di masyarakat kita mulai dilaksanakan seminggu sebelum hari raya Idul Fitri.

3. Saat membayar zakat membaca doa niat.

Doa niat zakat fitrah

Membayar zakat dapat dilakukan sendiri-sendiri ataupun diwakilkan oleh orang lain, namun apabila diwakilkan maka niat zakat nya pun menjadi berbeda. Berikut ini adalah niat zakat fitrah untuk diri sendiri, istri, anak, keluarga, ataupun mewakilkan orang lain:

Baca Juga:   6 Syarat Sah Puasa Ramadhan Menurut Hukum Islam

1. Zakat fitrah untuk diri sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah taala.”

2. Zakat fitrah untuk istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah taala.”

3. Zakat fitrah untuk anak laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah taala.”

4. Zakat fitrah untuk anak perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah taala.”

5. Zakat fitrah untuk diri sendiri dan seluruh keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah taala.”

6. Zakat fitrah untuk mewakilkan orang lain

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Setelah kita membayar zakat, maka orang yang menerima dianjurkan mendoakan si pembayar zakat dengan doa yang baik.

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Zakat adalah salah satu dari 5 (lima) rukun Islam, karena itu kita sebagai umat muslim wajib menunaikan zakat apabila mampu dan agar ibadah puasa Ramadhan kita menjadi berkah. Wallahu a’lam.

error: Content is protected !!