6 Syarat Sah Puasa Ramadhan Menurut Hukum Islam

AlifAbianda.com – Bulan suci Ramadan telah tiba, umat Islam diwajibkan melaksanakannya karena merupakan salah satu dari lima rukun Islam yaitu rukun Islam yang ke- 3.

apa syarat sah puasa ramadhan

Nah, dalam Islam segala sesuatu harus diawali dengan niat tidak terkecuali puasa Ramadhan, karena sebagai syarat sahnya puasa adalah dengan membaca niat. Biasanya niat puasa Ramadhan dilakukan setelah shalat tarawih atau ketika sedang santap sahur, bisa juga dilakukan secara lisan ataupun ucapkan dalam hati.

Niat puasa Ramadhan beserta artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala

Artinya, “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Setelah kita membaca niat puasa Ramadan, kita juga harus mengetahui apa-apa saja yang menjadi syarat sah puasa Ramadhan. Tentu kita ingin agar pahala puasa kita diterima dan menjadi berkah.

Apa saja syarat sah puasa Ramadhan?

Seperti ibadah dalam Islam yang lain, puasa Ramadhan juga memiliki beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi agar puasa kita menjadi sah.

1. Beragama Islam

Orang yang melaksanakan puasa Ramadhan harus beragama Islam, karena puasa adalah termasuk kedalam satu dari lima rukun Islam seperti yang diriwayatkan oleh hadist Imam Turmudzi dan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:

Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya haji di Baitullah (Kakbah) dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan.

Nah bagaimana jika ada seorang non muslim yang masuk Islam pada bulan Ramadhan?. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 38 yang berbunyi:

Yaitu katakanlah kepada orang kafir bahwa jika mereka masuk Islam akan diampuni dosanya yang telah lalu.

Dengan begitu maka orang tersebut wajib melaksanakan puasa Ramadhan sejak hari dia masuk Islam.

Baca Juga:   Syarat dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Idul Fitri

2. Baligh

Baligh dalam bahasa Arab artinya sampai. Dalam hukum Islam baligh artinya seseorang yang telah berusia dewasa. Seseorang bisa dikatakan sudah baligh apabila:

1. Tahu, paham, dan mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk.

2. Apabila dia laki-laki dia sudah mengalami mimpi basah dan keluar air mani.

3. Kalau dia perempuan dia sudah mengalami menstruasi.

Di masyarakat kita, biasanya orang tua sudah melatih anak-anaknya yang masih kecil untuk mulai berpuasa Ramadhan.

Bagaimana hukumnya dalam Islam?. Anak-anak yang dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk disebut mumayyiz, mereka berumur sekitar 5 sampai 11 tahun. Jika mereka ikut menjalankan puasa Ramadhan, maka ibadah puasanya tetap sah meskipun belum berkewajiban untuk berpuasa.

3. Berakal Sehat

Syarat sah puasa Ramadhan yang ketiga adalah berakal sehat. Karena apabila seseorang itu gila, maka orang tersebut tidak diwajibkan untuk berpuasa, dan juga tidak diwajibkan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad:

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i:  orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai dia baligh.

4. Mampu atau Kuat Menjalankan Puasa

Syarat sah puasa Ramadhan yang ke-4 ialah mampu atau sehat dan kuat menjalankan ibadah puasa. Apabila tidak, misalnya sedang sakit dan harus minum obat yang apabila ditinggalkan maka akan berakibat fatal, atau orang yang sudah berusia lanjut, maka hukumnya wajib mengganti puasa pada hari diluar bulan Ramadhan atau dengan membayar fidyah.

Baca Juga:   Syarat dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Idul Fitri

5. Suci Dari Haid atau Nifas

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda tentang wanita yang sedang haid atau dalam keadaan nifas seperti dalam hadist riwayat Muslim no.335 yang berbunyi:

Dari Mu’adzah dia berkata,Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha puasa dan tidak mengqadha shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah?’ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ lalu Aisyah menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.

6. Mengetahui Waktu Puasa Ramadhan

Salah satu tanda kita telah memasuki bulan suci Ramadhan adalah dengan munculnya Rukyatul Hilal sebagai penyempurna bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Berpuasa dan berbukalah karena melihat Hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungan bulannya menjadi 30 hari.

Setelah itu puasa Ramadhan dilaksanakan sampai muncul Rukyatul Hilal yang selanjutnya, yaitu pada bulan Syawal.

Itu dia penjelasan tentang syarat-syarat sah puasa Ramadhan berdasarkan Al-Quran dan Hadist Shahih. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT serta menjadi berkah untuk kita dan keluarga, Aamiin.

error: Content is protected !!